:


PINDAH KONTRAKAN


Maaf, masa sewa blog ini telah habis. Orang yang anda tuju telah pindah kotrakan:




ALAMAT KONTRAKAN YANG BARU :


Http://drga.wordpress.com


Terima kasih banyak kepada Blogger.com yang telah menjadi rumah singgah saya setahun belakangan ini




Read more…

Baju Baru Saat Lebaran : Sudah Tradisi atau Hanya Sebuah Gengsi ?

Gema takbir telah berkumandang, sholat idul adha juga telah kita laksanakan. Tak sengaja, hati ini terlintas akan ceramah seorang ustadz beberapa waktu silam tentang budaya yang salah kaprah di negeri pesakitan ini. Entah kapan kultur yang satu ini mulai lahir, kultur yang telah menjadi sebuah tradisi di masyarakat pada umumnya. Kita berlomba-lomba memakai baju terbaru ketika sholat ied di tunaikan. Memang dalam suatu ayat di dalam al qur'an disebutkan :"Ketika sholat ied dilaksanakan, pakailah baju-baju terbaik yang kamu miliki" ( jika salah mohon dimaafkan ), tapi toh tetap saja banyak orang lupa akan asal hukum sholat ied.

Memang tak salah jika banyak orang memakai baju baru saat lebaran tetapi alangkah baiknya jika baju itu dikenakan juga ketika sholat wajib ditunaikan. Banyak dari kita yang memakai kaos ( termasuk saya ) ketika sholat wajib ditunaikan. Mungkin kita telah lupa dengan siapa kita berinteraksi. Kalau bertemu dengan orang lain saja kita harus berpakaian yang layak apalagi berinteraksi dengan tuhan kita. Mungkin itu yang menjadi sebab mengapa do'a kita jarang terkabul. Jika kita ingin dihormati oleh seseorang maka hormatilah orang tersebut jika kita ingin disayang oleh-Nya maka segera rubah kebiasaan kita semua. Ayo!!!!

Satu lagi studi kasus di atas yang baru-baru ini secara tidak sengaja saya dengar. Kurang lebih seminggu setelah lebaran tiba beberapa bulan yang lalu, saya sempat bercakap-cakap santai dengan salah seorang teman saya. Saya melihat ada yang baru dari penampilannya. Sempat saya singgung tentang baju yang terlihat masih bersih itu ternyata memang benar apa yang saya duga sebelumnya. "Baju ini baru saja aku beli",katanya. Kemudian saya bertanya kembali,"Apakah setiap tahun kamu membeli baju baru ?". "Ya, memang setiap tahun orang tuaku memberi uang khusus untuk membeli baju baru". Hati serasa tak bisa begitu saja menerima budaya semacam ini. Bukannya iman dan ketaqwaan yang ditingkatkan malah koleksi baju yang menumpuk mungkin tak cukup bila hanya satu almari. Fenomena ini seakan kontras dengan keadaan bangsa ini, bangsa yang banyak yang membutuhkan uluran tangan para dermawan untuk mengentaskan kemiskinan.



Labels:


Read more…

INIKAH PENDIDIKAN INDONESIA???

Berawal ketika membaca artikel rizk “Pendidikan Indonesia = Pembunuhan Potensi” yang sangat menarik hati saya untuk mendiskusikannya kembali dengan si empunnya di kemudian hari. Banyak yang kita diskusikan kala itu menyoal pendidikan di Indonesia saat ini. Saya lalu teringat oleh cerita salah seorang teman saya yang mendapatkan kesempatan belajar 1 bulan di aussy ( baca: Australia ). Disana, hanya terdapat maksimal 20 siswa dalam satu kelas yang di-ajar oleh 3 guru sekaligus membuat para siswa bisa terfokus dan tidak bisa berbuat macam-macam misal : menyontek ataupun melihat buku ketika ulangan berlangsung. Terdapatnya 3 laptop sekaligus dalam satu kelas membuat para siswa dapat melihat contoh-contoh soal dari internet pastinya. Saya lalu tertegun tidak percaya ketika ia bercerita bahwa setiap siswa diberi kebebasan memilih 6-7 mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan kemampuan mereka masing-masing.

Bayangkan dengan apa yang terjadi di Indonesia saat ini. Terdapat kurang lebih 35 anak dalam satu kelas yang di-ajar oleh 1 guru. Jangankan laptop, penghapus yang ditinggakan beberapa menit pun pasti hilang dalam sekejap. Setiap siswa dibebani dengan kurang lebih 16 mata pelajaran yang kesemuannya itu belum tentu mereka suka. Sebenarnya apa tujuan pemerintah menetapkan aturan semacam itu. Kita dituntut untuk belajar apa yang tidak kita sukai. Kita juga dituntut untuk belajar apa yang sebenarnya bukan menjadi tujuan kita di masa yang akan datang. “Inikah Pendidikan Indonesia ?”

Andai para pemerintah mau meniru system pendidikan di negeri seberang. Andai sejak kecil kita sudah diarahkan untuk belajar apa yang menjadi tujuan kita di masa yang akan datang





Labels:


Read more…

KOPDAR TAMAN BUNGKUL

Adzan maghrib telah selesai berkumandang, hati ini bimbang. Kemana ku kan pergi di akhir pekan ini. Tak lama berselang Pram Patrick pun memberi kabar gembira. “Ada kopdar TPC di Taman Bungkul, kalau mau aku tunggu disana sekarang”, begitulah kurang lebih isi pesan singkat tersebut. Tanpa berpikir panjang kuajak Rizk menemaniku. Spanduk bertuliskan “Sillaturrahmi blogger Surabaya” terpampang jelas di tengah hiruk-pikuk Taman Bungkul. Agak aneh memang pemilihan Taman Bungkul sebagai tempat kopdar.

Pasalnya, muda-mudi tumpah ruah di sana mulai yang hanya sekedar mengisi waktu luang sampai dijadikannya bundaran Taman sebagai tempat bermesraan dan berpelukan. Tak ada rasa canggung sedikitpun ketika banyak orang memperhatikan tingkah mereka. Apakah mereka tidak sadar bahwa di tengah kesenangan mereka ada sebuah sejarah yang tidak boleh kita lupakan begitu saja. Kita mungkin lupa jikalau terdapat Makam seorang penyebar islam yang kondang di masanya kala itu. Kita juga mungkin lupa akan masjid yang berada di tengah makam beliau. Ya, itulah secuil ingatan saya tentang Sunan Bungkul dan taman yang mengelilinginya. Sisi religiusitas yang perlahan mulai pudar di tengah hiruk-pikuk metropolitan. Akhirnya, saling berjabat tangan pun menjadi akhir dari pertemuan saya dengan para “Heroes” kali ini.

Labels:


Read more…

Kesedihan di tengah kemenangan

Kurang lebih sebulan sudah kita ditinggalkannya.Bulan yang penuh rahmat nan ampunan.Dengan berpuasa sebulan lamanya.Dengan melakukan qiyaumul lail setiap malamnya.dengan ber i'tikaf tuk mendapatkan malam 1000 bulannya.Dan menginfakkan sebagian harta kita dijalanya.

Sudah barang tentu amalan itulah yang membedakan bulan itu dengan bulan lain pada umumnya.amalan yang begitu besar hingga kita tak tahu berapa besar pahala kita.
Tepat sudah sebulan kita tunaikan segala amal ibadah takbir tahmid tahlil bergema di mana di seluruh antero dunia pertanda hari kemenangan telah tiba.kita akan kembali ke fitrahnya
yang membuat kita bak bayi yang baru lahir dari rahim seorang ibunda.Tak ada secuil pun dosa yang melekat pada diri kita.Saling berjabat tangan dan bermaafan sudah menjadi tradisi setelah kita meninggalkanya.Berpuasa enam hari setelahnya seolah menjadi pelengkap betapa istimewanya bulan ini.

Lalu?
apakah amalan yang telah kita lakukan sekarang?
apkah kita telah lupa akn janji dan tobat kita kepadanya?
atau...kita sengaja melupakan seluruh perintahnya dan kembali ke jalan kita sebelumnya.jalan yang hanya akan membuat kita berada
di jalur kemunafikan.

oh tuhan,,,
berikan aku hidup lebih lama lagi...
agar ku dapat merasakan indahnya ibadah ini....



Labels:


Read more…

10 November,Harinya Blogger Suroboyo

Berawal dari rasa senasib sepenanggungan,kami sekelompok anak manusia yang memang telah terjangkit virus Nge-BLOG.Mendeklarasikan adanya suatu wadah bagi kita semua.Tugu Pahlawan namanya.Tugu yang menjadi kebanggan arek suroboyo.Tugu yang menjadi simbol heroik pahlawan suroboyo kemarin terbentuk.

Bertempat di wapo,Jl.kayoon 54 surabaya.Kurang lebih 20 blogger surabaya hadir dalam acara tersebut.Berawal dari blogwalking waktu pelajaran TIK di sekolah,aku tersesat di blog mas cempluk.Ada satu artikel menarik di dalamnya yang tidak lain dan tidak bukan adalah akan di launchingnya komunitas blogger surabaya.

Inilah saat yang memang aku tunggu-tunggu.Meskipun uang menipis ada dalam saku,Tapi tetap bulat tekadku.Tanpa pikir panjang,aku ditemani Rizk langsung berangkat menuju tempat acara.

Keringat bercucuran,jantung yang berdetak lebih kencang,dan nervous yang tak kunjung hilang mengiringi berputarnya roda motor saya.

Hadirnya Pak Ghofur Sang instruktur TIK kami membuat rasa itu hilang seketika.Sungguh bangga berada di tengah-tengah mereka yang notabenya dalah seleb-seleb blog surabaya.Sungguh bangga karena sayalah blogger termudayang hadir di sana .Inilah pengalaman yang berharga.Inilah pengalaman yang tak pernah kudamba sebelumnya.Dan inilah pengalaman yang tak ternilai harganya (karena memang biaya perut telah di-update oleh Mr.Gempur)hehehehe

Labels:


Read more…

Ramadhan:Berharap tak seperti yang dulu

Tak terasa….

11 Bulan ku berbuat dosa…

Kinilah saatnya…

Kucuci dosa itu dengan iman dan taqwa….

Agar mendapat rahmat dari sang pencipta….

Kiranya benar adanya sebait puisi di atas.Sebelas bulan ku menunggu kedatangannya,akhirnya bulan yang kunanti pun tiba.Jauh-jauh hari sebelum bulan yang penuh maghfiroh ini datang aku telah memasang target yang harus lebih dari tahun lalu.Setidaknya kini aku harus mencuci dosa-dosaku dengan beriqtikaf di akhir bulan Ramadhan.Ku teringat kata salah seorang ustad yang pernah mengisi ceramah shalat jum’at di kampungku.Kata beliau,”Untuk menjadi orang yang beriman itu sangatlah sulit!”.”Jangankan untuk menjadi orang yang beriman, untuk bertaubat dan berMuhasabah susahnya minta ampun.Pasti ada saja rintangan yang mengahadang.”,Imbuhnya.

Kemauan dan Niat sudah ada di tangan.Hanya tinggal menanti hari yang tak kunjung datang.Belum sempat ku tunaikan ibadah puasa, berita tak sedap muncul dari salah seorang Guru.”Akan ada Ulangan Tengah Semester (UTS) pada saat kita tunaikan puasa nanti, tepatnya di pertengahan bulan Ramadhan”.Begitulah kira-kira kata guru tersebut.Bak disambar petir di siang bolong, impian ku ketika itu buyar seketika.Tapi,tetap harus ada yang kupilih salah satu :Mendekatkan diri pada sang ilahi atau Mendekatkan diri pada buku.

Setelah kupikir masak-masak…tak ada salahnya aku mendekatkan diri pada sang ilahi.Toh,aku belum tentu bertemu dengan bulan ini lagi di tahun-tahun yang akan datang.sejenak kutinggalkan masalah duniawi termasuk UTS yag telah menanti.

Memang sudah menjadi tradisi di awal bulan ramadhan, Masjid selalu penuh sesak ketika adzan isya’ berkumandang.Aku berharap keadaan ini terus stabil.Tapi,apa mau dikata…shalat tarawih kali ini tak ubahnya dengan shalat tarawih pada tahun-tahun sebelumnya.Memasuki 10 hari kedua dimana allah swt menurunkan maghfiroh pada hambanya , Shaf-shaf di banyak masjid perlahan mengalami kemajuan termasuk di masjid sekolahku yang setiap malam mengadakan shalat tarawih berjamaah.

Sejenak, hatiku termenung di keheningan malam.Ada target besar yang suatu saat ingin ku kerjakan yaitu Perang melawan hawa nafsu kita yang terkadang mengajak kita ke arah kejelekan.



Labels:


Read more…

visitor number




Speak louder







Reader country



Google Search

Archives